hot chocolate mug!

Rabu, 22 September 2010

Sekelumit Mozaik SMA

Pagi itu ku bergegas. Dengan seragam smp dan segenap penampilan yang terbaik ku melenggang, menenteng papan merah dan memasang kartu peserta yang bertuliskan SELEKSI MASUK SMA NEGERI I CIANJUR. Mataku nanar mencari dan menatap nomor ruangan yang cocok dengan yang tertulis di kartu pesertaku, ruang 10.
Terlihat banyak siswa-siswi smp yang tengah sibuk berlalu-lalang sepertiku, mereka juga mungkin sedang mencari ruangan tempat tes mereka, atau mungkin juga mencari sasaran yang ‘bening-bening’. Ah.. biarkan kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing, yang jelas telah kutemui sahabat akrabku yang ruang tesnya ada disebelah ruang tesku. Yup, syukurlah ruangannya sudah ketemu.
Aku duduk tegang dan berkomat-kamit tegang membaca doa-doa yang terbaik yang ku tahu. Berusaha menenangkan diri, dan membuat percaya diri sekuat-kuatnya. Kutatap penuh tantangan soal tes yang kini dihadapanku. Pensil 2Bku mulai menari dan otakku sibuk mencari sinaps-sinap yang tepat dengan yang telah kuhafal tadi malam dan dini hari. Perjuanganku tak boleh sia-sia. Aku harus lulus tes ini. HARUS.

Drrrt.. drrrt.. handphoneku bergetar. Kulihat ada sebuah pesan dari sahabatku masuk. PENGUMUMAN SEMENTARA HASIL TESTING SMANSA UDAH KELUAR DI WEB!. Ini yang kutunggu-tunggu dengan cemas sejak berhari-hari yang lalu. Namun sial, aku sedang di luar kota kala itu. Jaringan internet hanya bisa kuakses lewat handphone milik ibuku, namun itu pun sulit. Hatiku cemas tak menentu, jantungku mempercepat tempo tak seperti biasanya. Ada pesan masuk lagi, berisi peringkatku dan teman-temanku. Ahh.. betapa baiknya sahabat-sahabatku ini.
Aku mendapat peringkat 14. Sungguh ku melonjak kegirangan karena bagiku itu permulaan cukup baik. Sebab siswa-siswi yang menempati peringkat 1-11 merupakan orang-orang yang menempuh jalur prestasi akademis mereka yang gemilang. Jadi untuk aku yang menempuh jalur ‘biasa’ sebenarnya menempati peringkat ketiga, setelah Ajil dan Revan. Sungguh hatiku lega. Orang tuaku pun sangat bangga, dari sekitar 600 peserta lebih, aku bisa menempati peringkat seperti sekarang. Hatiku melambung senang dibuatnya.


Kakiku melangkah riang menapaki alur jalan berlapiskan paving block yang berkelok menuju lapangan upacara. Hari itu pra-mos. Kala itu aku bersiap untuk ‘meresmikan diri’ sebagai seorang siswi SMANSA sebenarnya. Bersama sahabatku, Asri, kami berjalan menuju depan sebuah ruangan bertuliskan ‘R. OSIS’ dan mencecar sebuah madding didepannya. Tertempel kertas-kertas yang sudah hamper lecek karena diserbu 288 siswa baru yang berisikan daftar kelas.
X7.
Sebuah nama yang menyunggingkan senyum di bibirku. Bismillah. Semoga akan kumulai lembaran-lembaran baru nan indah yang kuukir disana.


Kusapu pandanganku ke seluruh area lapangan. Kutuju sebuah barisan yang tampak belum terlalu penuh. Ini masih cukup pagi. Inilah barisan x7. Kutatap satu persatu, kulihat deretan siswa-siswi yang kebanyakan sudah tak asing di memori otakku. Aku sekelas dengan Achy, mha, puspa, rahmi, fitri, fakhri, uji, damma, dan lain-lain. Aku lega mereka sudah kukenal dan aku tahu mereka adalah orang-orang yang akan cukup menyenangkan sampai satu tahun ke depan.
Aku beringsut duduk tepat dibelakang Rahmi dan kumulai perbincangan dengan teman sekelasku yang baru.

2 komentar:

  1. huaaaaa....... jadi inget pas pertama masuk!! akakakakk :D

    BalasHapus
  2. hihi ini notes lama sebenernya kart :) baru dluncurkan skg ;)

    BalasHapus