hot chocolate mug!

Minggu, 26 September 2010

kepadamu, dengan tertatih


Untukmu, sosok yang pernah membuat hati ini didera perih
Mungkin kau tak tau dan tak akan pernah tau seberapa pedih luka ini
Mungkin kau tak akan pernah sedikitpun mengerti betapa terkoyak hati ini karenamu, karena ulahmu
Tak akan pernah kau mengerti seberapa perih tatkala air mata ini mengalir mendesak pelupuk
Dan kau tak akan tau, seberapa kecewa tergurat dalam kalbu

Gelisah malam kala itu, penat tlah meracun ubun-ubun
Hatiku menyesak
Jeritku menyeruak tanpa satu katapun terucap
Jemariku lemas bergetar menahan laju linang air yang mendesak
Namun pedih ini tak sanggup mengendap lara
Kini tangisku buncah. Lirih.

Tetes ini untuk penantianku
Tetes ini untuk setiaku
Tetes ini untuk rasa percayaku
Tetes ini untuk kesempatanku
Tetes ini untuk sayangku
Tetes ini untuk perihku, perihku, perihku.

Sesungguhnya janji itu tak perlu terluncur bila nyatanya tetap kau ingkari
Sesungguhnya segala ucap manis itu tak perlu terungkap bila nyatanya hanya buai dusta
Sesungguhnya setiamu tak perlu terikrar bila nyatanya kau tetap khianati..
Kau tau?
Luka ini kan membekas walau aku tlah berusaha menggerusnya dengan zaman.

Kepadamu, sosok yang pernah menyesakkan jiwa.
Betapapun kini masih kusempatkan senyum terluncur
Sekali lagi, tak akan pernah kau tau kini hatiku tengah tertatih.

Ku-azzamkan semoga ini menjadi yang terakhir. Walau sedikitpun tak pernah ku sangka akan begini akhirnya, tapi takkan pernah lagi kubiarkan air mata kelemahan menelusup meracun fikirku. Selamat datang ketegaran. Semoga Allah senantiasa menganugerahkanmu untukku. bismillahirrahmanirrahiim~

2 komentar: